Kajian Kitab Wahbah Al Zuhaili Featured

19 Jun 2009 Ulfah Mutiah Hizma
5677 times
Kajian_kitabedit.jpg"Lamaran atau khitbah dapat dilakukan dengan terang-terangan, atau dengan cara sindiran. Bunyi Undang-undang Syiriah tentang meminang, janji untuk menikah, membaca alfatihah, menerima mahar, menerima hadiah bukanlah tanda/bukti pernikahan. Akibatnya ketika orang sudah dilamar maka tidak boleh dilamar lagi. haram mengajukan lamaran terhadap perempuan yang dia tahu bila perempuan itu sudah dipinang oleh orang lain. Ulama telah sepakat haram melamar atas lamaran yang lamarannya sudah diterima oleh pihak perempuan. Apabila lelaki kedua melakukan lamaran kemudian menikahinya maka lelaki kedua tersebut berdosa."
(sepenggal kutipan dari pembacaan teks Kitab Wahbah Al Zuhaili Pasal 1 Pra-Nikah)

 

Kajian kitab, kegiatan ini dimulai sejak Bulan Puasa tahun lalu. Rahima memandang perlu untuk melakukan kajian teks dari kitab-kitab klasik tidak hanya memberikan gambaran begitu beragamnya pendapat ulama sejak dahulu tetapi juga untuk memberikan gambaran pandangan ulama-ulama di dunia langsung dari kitab-kitab klasik tersebut.

Kajian kitab ini dipandu langsung oleh Kyai Husein Muhammad. Dalam kajian kitab kali ini membahas pandangan dari Ulama Wahbab Al Zulai. Pandangan Wahbab Al Zulai kurang populer di kalangan ulama Indonesia. Tetapi di dunia pandangan beliau cukup populer, tidak hanya karena pandangan-pandangannya yang sesuai dengan konteks terkini tetapi juga sangat realistis dengan kondisi masyarakat dunia saat ini.

Kegiatan Kajian Kitab ini adalah kegiatan rutin bulanan yang akan diadakan Rahima. Peserta yang terlibatpun tidak hanya staf internal Rahima tetapi juga terbuka untuk mitra-mitra atau individu-individu yang tertarik untuk mengkaji teks. Kajian yang telah dilaksanakan pada hari Selasa 16 Juni 2009 (10.00-16.00 wib) lalu.

Kajian kali ini banyak membahas mengenai berbagai hal tentang persiapan pernikahan, seperti pacaran, orang-orang yang dapat dinikahi dan orang-orang yang tidak boleh untuk dinikahi,dsb. Kajian yang cukup informatif ini, dilakukan dengan santai. Tetapi tidak mengurangi point-point yang disampaikan. Tidak hanya sekedar teks yang dibahas tetapi juga dikaitkan dengan realitas atau informasi-informasi terbaru terkait dengan isyu Islam dan Perempuan. Kegiatan ini memberikan wacana baru, memperluas pandangan dan melihat sesuatu hukumpun (red.pandangan banyak ulama) menjadi lebih beragam dan berwarna. Kegiatan yang sama akan dilanjutkan bulan depan.

Report by Ulfah

Last modified on Thursday, 17 August 2017 14:42
Rate this item
(0 votes)