Kampanye publik Rahima memiliki dua bentuk, yaitu dalam bentuk materi cetak amaupun dialog verbal. Kampanye ini meliputi penyebarluasan informasi dalam bentuk buku, jurnal, dan berbagai publikasi lainnya (yang keseluruhannya terkait dengan perspektif Islam dan Hak-hak Perempuan) melalui diskusi reguler, seminar, dan lokakarya. Setiap tiga bulan sekali, Rahima juga menerbitkan sebuah majalah bernama SWARA RAHIMA, yang mengangkat tema seputar Islam dan Hak-hak Perempuan. Masyarakat umum juga dapat mengakses informasi tentang Rahima termasuk berbagai artikel di majalah SWARA RAHIMA melalui website Rahima yang beralamat di situs: http://rahima.or.id atau melalui e-mail di alamat
Alamat e-mail ini diproteksi dari spabot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya
Untuk menyebarluaskan gagasan di seputar isu Islam dan Hak-hak Perempuan, dihadirkanlah suatu bentuk publikasi yang bernama SWARA RAHIMA yang hadir setiap 3 bulan sekali. Berbagai tulisan dan artikel ini juga tersajikan dalam Edisi Bahasa Inggris dan dapat diakses secara online di www. rahima.or.id.
Berbagai terbitan Rahima seperti buku berjudul "Hak-hak Yang Tak Terpikirkan tentang Isu-isu Keperempuanan dalam Islam" mendapatkan penghargaan dari Pustaka Mizan. Selain itu buku berjudul "Fiqh Perempuan : Refleksi Kyai atas Wacana Agama dan Gender" telah diterjemahkan dalam Bahasa Melayu oleh Sisters in Islam di Malaysia. Sebagai tambahan, untuk mempercepat perkembangan sosialisasi atas isu-isu terkini di seputar Hak-hak Perempuan, disediakan pula jejaring informasi melalui sebuah mailing list bernama rahima_society@yahoo.groups untuk memperkuat tali silaturahmi antara Rahima dan para mitranya di berbagai daerah.
Penggunaan media lokal juga dilakukan untuk menyebarluaskan informasi dan aktivitas program tentang kesetaraan dan keadilan antara laki-laki dan perempuan. Di antaranya dengan menggunakan media "Shalawat" yang merupakan buah kreativitas dari mitra dalam sebuah pelatihan Rahima. Shalawat ini awalnya dikenal dengan nama "Shalawat Gender" dan kini berkembang menjadi "Shalawat Kesetaraan". Shalawat merupakan salah satu penghargaan atas inisiatif dan kearifan lokal dari para mitra. Anda dapat menyaksikannya secara utuh dalam film dokumenter berjudul "Menghikmati Shalawat Penyemai Kesetaraan"


















