Menggali Narasi Keulamaan Perempuan Melalui Lomba Karya Tulis KUPI 2016

10 Apr 2017 AD. Kusumaningtyas
939 times

Kiprah SR 51

 

Menggali Narasi Keulamaan Perempuan

Melalui Lomba Karya Tulis KUPI 2016

 

Ulama perempuan? Memangnya ada? Pertanyaan bernada under estimate itu acapkali muncul di masyarakat saat gagasan ini dilontarkan. Mengingat, istilah ulama’ yang sebenarnya jamak dari kata ‘alim tersebut, dalam konteks masyarakat yang patriarkhis acapkali dikonotasikan sebagai sesosok laki-laki bersorban, bersandingkan dengan setumpuk kitab klasik, dan ucapannya dipandang sebagai ‘fatwa’. Meskipun sesungguhnya istilah ulama ini bisa mengacu pada keduanya laki-laki dan perempuan beriman yang berilmu, dan dengan ilmunya mengabdikan diri untuk kemaslahatan umat.

Gagasan ini mendorong 3 lembaga Rahima, Fahmina, dan Alimat untuk menggelar Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) untuk memperkenalkan kembali (reclaiming) ulama dan keulamaan perempuan, yang rencananya akan dihelat 17-19 April 2017 mendatang di Cirebon. Terdapat beragam aktivitas yang merupakan serial kegiatan KUPI ini, termasuk di antaranya adalah Lomba Menulis Essay dan Feature Profil terkait dengan Ulama Perempuan.

Lomba menulis ini berlangsung sejak 1 Mei 2017 hingga 31 Agustus 2016. Dari tiga bulan pelaksanaan lomba ini, panitia KUPI menerima tulisan sebanyak 31 judul naskah Essay dan 44 judul naskah Feature Profile. Melalui tulisan-tulisan ini, bermunculan banyak nama ulama perempuan (baik yang telah meninggal maupun yang masih hidup) dan digali, diteliti, dan ditulis kiprah maupun inisiatif-inisiatif yang dilakukannya di masyarakat, terutama dalam upaya pemberdayaan perempuan maupun membangun komunitasnya. Keberadaan lomba ini, memang ditujukan untuk mengangkat ‘her story’ (sejarah perempuan) dalam konteks khazanah pengetahuan keislaman maupun dinamika perjuangan perempuan di komunitas muslim yang acapkali terlupakan.

Dewan Juri lomba ini terbagi dua: Juri untuk Lomba Menulis Essay, yakni: KH. Husein Muhammad, Dr. Nur Rofi’ah, dan Nurul Agustina, MA; dan Juri Lomba Menulis Feature Profil terdiri dari : Dr. Faqihuddin Abdul Kodir, Lies Marcoes Natsir, MA, Aditiana Dewi Eridani SH, dan Khotimatul Husna, MA. Dewan Juri memberikan proses penilaian individual selama bulan September 2016, dan telah menetapkan pemenangnya dalam Rapat Bersama Jum’at 7 Oktober 2016.

Para pemenang untuk kategori Essay, Juara I adalah Zuriyyah, S.Sy. (Tengku Fakinah : Antara Femininitas dan Maskulinitas, Telaah Ulang Peran Keulamaan di Aceh), Juara II Joseph Biondi Mattovano ( Quo Vadis Ulama Perempuan (di) Indonesia?), Juara III Yuyus Citra Purwida (Pendekatan Gender Menurunkan Problematika Gender), Juara Harapan I Farah Frastia (Siti Walidah : Sosok Ulama yang Gigih Memberdayakan Perempuan), dan Juara Harapan II Nazaruddin S.Pd.I. (Rahmah El Yunusiyah : Kiprah Ulama Perempuan dri Tanah Minang Yang Mendunia).

Sementara pemenang untuk kategori Essay-Profil, Juara I Khanifah (Nyai Seppo, Sang Pendidik : Mengenal Nyai Siti Maryam Bilapora, Sumenep), Juara II Alfishah Ashmad (Nyanyian Jiwa Mahsunah : Perempuan,Agama dan Keteguhan), Juara III Siti Muyassarotul Hafizhoh (Memberi Warna Keceriaan Anak, Merangkul Hati Semua Warga: Kisah Khotimatul Husna, Ulama Perempuan Di Desa Jambidan), Juara Harapan I Nidhomatum MR (Nyai Sholihah Wahid Hasyim : Berkiprah untuk Bangsa Tanpa Abai Keluarga), dan Juara Harapan II Baiq Desi Rindrawati (Perempuan Harus Sekolah : Profil Nyai Hj. Masyithah).

Masing-masing pemenang berhak mendapatkan hadiah berupa uang tunai sebanyak Rp 5.000.000,- (Juara I), Rp 3.000.000,- (Juara II), Rp 1.500.000,- (Juara III) dan Rp 1.000.000,- (Juara Harapan I dan II), piagam, dan buku-buku terbitan ketiga lembaga penyelenggara. Diharapkan, melalui lomba ini dapat tergali berbagai inspirasi untuk memunculkan sosok-sosok ulama perempuan baru di Indonesia. {} AD. Kusumaningtyas

 

 

Last modified on Tuesday, 22 August 2017 03:49
Rate this item
(0 votes)